Cari Blog Ini

Rabu, 23 Desember 2015

Kisah Nabi Ismail dan Pengorbanannya




Adegan 1
Suatu hari Ifa dan Ina pulang ke rumah. Kebetulan sekali kakek mereka dari Pacitan datang berkunjung. Ifa dan Ina sangat gembira sekali. Merekapun mencium tangan kakeknya.
Kakek             : “Ini Ina ya?”
Ifa                   : “Bukan Kek, aku Ifa”
Ina                  : “Gimana sih kek, masa lupa sama Ina”
Kakek             : “Soalnya kakek bingung.Kalian mirip”
Ina                  : “Kitakan kembar Kek. Ina punya tahi lalat 1”
Ifa                   : “Kalo Ifa 3 kek, oya kek minta uang dong 150 ribu”
Kakek             : “Kok banyak sekali? Buat apa?”
Ina                  : “Tau tuh kek, kata pak guru buat bayar qurban. Kan lebih baik buat beli es krim aja ya Fa?”
Ifa                   : “Betul tuh, bisa dapat segudang”
Kakek             : “Eit gak boleh gitu. Qurban itu wajib bagi ummat muslim. Nih kakek punya cerita. Dengarkan baik-baik!”
Akhirnya sang kakekpun mulai menceritakan kisah mengenai Nabi Ismail. Mau tau kelanjutan ceritanya?? Ini dia….
Adegan 2
Dahulu kala hiduplah sepasang suami istri yang sangat bahagia. Mereka menikah sudah hampir seratus tahun lamanya namun sayang mereka belum dikaruniai seorang anak. Hingga akhirnya
Sarah              : “ Mas, sebaiknya mas menikah lagi. Agar kelak dikaruniai seoarang anak yang akan meneruskan risalah mas nanti”
Ibrahim          : “ Terus bagaimana dengan adik?”
Sarah              : “Aku gak papa kok mas. Yang dakwah mas tetap berjalan dan ada penerusnya”
Adegan 3
Beberapa bulan kemudian akhirnya Nabi Ibrahim menikahi seorang wanita yang sholehah bernama Siti Hajar dan selang setahun kemudian mereka dikarunia seorang bayi laki-laki yang mungil dan tampan bernama Ismail. Nabi Ibrahim mengajak isteri dan anaknya itu untuk berdakwah hingga sampai ke padang Arofah.
Ibrahim          : “Maaf sayangku, aku harus meninggalkanmu sendiri disini bersama Ismail. Allah memerintahkanku untuk berdakwah di tempat lain
Siti Hajar        : “Kalau itu memang perintah Allah, laksanakanlah. Aku ikhlas wahai suamiku”
Nabi Ibrahimpun meninggalkan Siti Hajar dan Ismail kecil di padang Arofah yang panas dan tandus. Bayi Ismail kecil mulai menangis. Sementara persediaan air sudah habis.
Siti Hajar        : “Maafkan ummi ya. Ummi tinggal kamu sebentar disini. Ummi akan mencari air.”
Siti Hajarpun berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah untuk memperleh setetes air. Ternyata hanya fatamorgana yang terjadi. Setelah 7 kali bolak-balik keajaibanpun terjadi. Air memancar dari bawah telapak kaki bayi Ismail.
Siti Hajar        : “ Subhanallah…Maha Suci Engkau Ya Allah.” (Siti Hajar terkejut takjub dan segera memberikan air itu pada bayi Ismail)
Tak lama kemudian datanglah rombongan kafilah-kafilah dari berbagai pelosok negeri Arab. Mereka meminta izin dan akhirnya mendirikan bangunan-bangunan disekitar munculnya air yang sekarang terkenal dengan nama air zam-zam.
Adegan 4
Tahunpun berlalu. Ismailpun sudah tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan, sehat dan cerdas. Hingga suatu ketika Nabi Ibrahim kembali menjumpai Siti Hajar dan anaknya.
Ibrahim          : “Anakku, maafkan abi. Abi sudah lama tidak menemuimu dan ummi”
Ismail              : “Ya abi, Ismail sudah mengerti. Tugas abi sungguhlah berat.”
Ibrahim          : “Ada satu hal yang mengganjal pikiran abi sekarang”
Ismail              : “Apa itu?”
Ibrahim          : “Abi bermimpi agar abi menyembelihmu dengan tangan abi” (ucapnya dengan nada sedih)
Ismail              : “Abi janganlah bersedih. Laksanakan apa yang ada di dalam mimpi abi. Ini mungkin merupakan perintah dari Allah. Ismail ikhlas menjalaninya.”
Ibrahim          : “Tapi bagaimana dengan ummi?”
Ismail              : “Jangan khawatir abi, ummipun pasti ikhlas”
Ibrahim          : “Bahagialah Abi mempunyai seorang putera yang taat kepada Allah, bakti kepada orang tua yang dengan ikhlas hati menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah." (iapun memeluk Ismail sambil menahan haru)
Adegan 5
Di tempat yang lain…berkumpulah para jin dan syaitan yang asyik berpesta pora.
Iblis                 : “Stop smua berhenti!”
Jin 1                : “Ada apa bos.. kok dimatikan? Kan lagi asyik”
Jin 2                : “Tau ni bos”
Iblis                 : “ Eit kalian mau dipecat jadi golongan jin?!”
Jin 1 dan 2     : “Nggak dong bos”
Syaitan 1        : “ Memang ada apa bos. Kayaknya penting”
Iblis                 : “ Seperti biasa, kita ganggu keturunan Adam. Kali ini Ibrahim akan menyembelih anaknya”
Syaitan 2        : “Wah bukannya bagus bos, berarti dia akan membunuh anaknya sendiri. Kan manusia gak boleh membunuh. Berarti ni kesempatan kita mendapatkan teman baru”
Iblis                 : “Tapi ini beda, ini perintah langsung dari Allah. Untuk itu mari kita gagalkan usaha Ibrahim agar ia tidak menyembelih Ismail”
Syetan dan Jin: “Siap bos!”
Adegan 6
Hari itupun tiba, Nabi Ibrahim membawa Ismail ke altar tempat dimana Ismail akan disembelih. Sesosok jin yang menyamarpun mulai merayu nabi Ibrahim untuk tidak mengorbankan anaknya.
Ismail              :” Jangan terpengaruh abi, itu hanya tipu daya iblis. Pergilah kau wahai iblis terkutuk”
Ismail melemparinya dengan kerikil. Dan Jin itupun hilang.
Tak lama kemudian penyamaran dalam wujud seorang perempuan cantik. Ia kembali merayu Nabi Ibrahim.
Ismail              :” Jangan terpengaruh abi, itu hanya tipu daya iblis. Pergilah kau wahai iblis terkutuk”
Ismail kembali melemparinya dengan kerikil. Dan Jin perempuan itupun pergi menjerit.
Dan untuk yang ketiga kalinya akhirnya iblis itu sendiri yang turun tangan. Ia merayu nabi Ibrahim untuk tidak mengorbankan anaknya.
Ismail              :” Jangan terpengaruh abi, itu hanya tipu daya iblis. Pergilah kau wahai iblis terkutuk”
Ismail kembali melemparinya dengan kerikil untuk ketiga kalinya. Sang iblispun kesal dan tidak kembali lagi.
Ibrahim          : “Terima kasih anakku, ujian kali ini memanglah sungguh berat. Sekarang berbaringlah. Abi akan menyembelihmu”
Ismail              : “Aku siap abi”
Ibrahim          : “Bismillahirohmanirrohim”
Tiba-tiba apa yang terjadi… pedang yang digunakan Nabi Ibrahim untuk menyembelih leher Ismail tak mempan. Dan tak lama kemudian digantikanlah Ismail dengan seekor domba.
Adegan 7
Kakek             : “Nah begitulah ceritanya”
Ifa                   : “Ifa juga mau ikhlas berkurban”
Ina                  : “Ina juga”
Kakek             : “Nah itu dia baru cucu kakek”
Demikianlah kisah tentang Nabi Ismail dan pengorbanannya. Semoga dapat diambil hikmahnya. Oya teman-teman hanya ingin mengingatkan bagi kita yang belum menunaikan Harokah Kurban, jangan lupa yach untuk segera ditunaikan insyaallah Allah akan melipat gandakan kenikmatan yang telah diberikan kepada kita. Amin
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar