Adegan 1
Suatu
hari Ifa dan Ina pulang ke rumah. Kebetulan sekali kakek mereka dari Pacitan
datang berkunjung. Ifa dan Ina sangat gembira sekali. Merekapun mencium tangan
kakeknya.
Kakek
:
“Ini Ina ya?”
Ifa : “Bukan Kek, aku Ifa”
Ina : “Gimana sih kek, masa lupa
sama Ina”
Kakek : “Soalnya kakek bingung.Kalian
mirip”
Ina : “Kitakan kembar Kek. Ina
punya tahi lalat 1”
Ifa : “Kalo Ifa 3 kek, oya kek
minta uang dong 150 ribu”
Kakek : “Kok banyak sekali? Buat apa?”
Ina : “Tau tuh kek, kata pak guru
buat bayar qurban. Kan lebih baik buat beli es krim aja ya Fa?”
Ifa : “Betul tuh, bisa dapat
segudang”
Kakek : “Eit gak boleh gitu. Qurban itu
wajib bagi ummat muslim. Nih kakek punya cerita. Dengarkan baik-baik!”
Akhirnya
sang kakekpun mulai menceritakan kisah
mengenai Nabi Ismail. Mau tau kelanjutan ceritanya?? Ini dia….
Adegan 2
Dahulu
kala hiduplah sepasang suami istri yang sangat bahagia. Mereka menikah sudah
hampir seratus tahun lamanya namun sayang mereka belum dikaruniai seorang anak.
Hingga akhirnya…
Sarah : “ Mas, sebaiknya mas menikah lagi.
Agar kelak dikaruniai seoarang anak yang akan meneruskan risalah mas nanti”
Ibrahim : “ Terus bagaimana dengan adik?”
Sarah : “Aku gak papa kok mas. Yang dakwah
mas tetap berjalan dan ada penerusnya”
Adegan 3
Beberapa
bulan kemudian akhirnya Nabi Ibrahim menikahi seorang wanita yang sholehah
bernama Siti Hajar dan selang setahun kemudian mereka dikarunia seorang bayi
laki-laki yang mungil dan tampan bernama Ismail. Nabi Ibrahim mengajak isteri
dan anaknya itu untuk berdakwah hingga sampai ke padang Arofah.
Ibrahim : “Maaf sayangku, aku harus
meninggalkanmu sendiri disini bersama Ismail. Allah memerintahkanku untuk
berdakwah di tempat lain
Siti
Hajar :
“Kalau itu memang perintah Allah, laksanakanlah. Aku ikhlas wahai suamiku”
Nabi
Ibrahimpun meninggalkan Siti Hajar dan Ismail kecil di padang Arofah yang panas
dan tandus. Bayi Ismail kecil mulai menangis. Sementara persediaan air sudah
habis.
Siti
Hajar :
“Maafkan ummi ya. Ummi tinggal kamu sebentar disini. Ummi akan mencari air.”
Siti
Hajarpun berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah untuk memperleh
setetes air. Ternyata hanya fatamorgana yang terjadi. Setelah 7 kali
bolak-balik keajaibanpun terjadi. Air memancar dari bawah telapak kaki bayi
Ismail.
Siti
Hajar :
“ Subhanallah…Maha Suci Engkau Ya Allah.” (Siti Hajar terkejut takjub dan
segera memberikan air itu pada bayi Ismail)
Tak
lama kemudian datanglah rombongan kafilah-kafilah dari berbagai pelosok negeri
Arab. Mereka meminta izin dan akhirnya mendirikan bangunan-bangunan disekitar
munculnya air yang sekarang terkenal dengan nama air zam-zam.
Adegan 4
Tahunpun
berlalu. Ismailpun sudah tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan, sehat dan
cerdas. Hingga suatu ketika Nabi Ibrahim
kembali menjumpai Siti Hajar dan anaknya.
Ibrahim : “Anakku, maafkan abi. Abi sudah lama
tidak menemuimu dan ummi”
Ismail : “Ya abi, Ismail sudah mengerti.
Tugas abi sungguhlah berat.”
Ibrahim : “Ada satu hal yang mengganjal
pikiran abi sekarang”
Ismail : “Apa itu?”
Ibrahim : “Abi bermimpi agar abi menyembelihmu
dengan tangan abi” (ucapnya dengan nada sedih)
Ismail : “Abi janganlah bersedih.
Laksanakan apa yang ada di dalam mimpi abi. Ini mungkin merupakan perintah dari
Allah. Ismail ikhlas menjalaninya.”
Ibrahim : “Tapi bagaimana dengan ummi?”
Ismail : “Jangan khawatir abi, ummipun
pasti ikhlas”
Ibrahim
:
“Bahagialah Abi mempunyai seorang putera yang taat kepada Allah, bakti kepada
orang tua yang dengan ikhlas hati menyerahkan dirinya untuk melaksanakan
perintah Allah." (iapun
memeluk Ismail sambil menahan haru)
Adegan 5
Di
tempat yang lain…berkumpulah para jin dan syaitan yang asyik berpesta pora.
Iblis : “Stop smua berhenti!”
Jin
1 : “Ada apa bos.. kok dimatikan? Kan
lagi asyik”
Jin
2 :
“Tau ni bos”
Iblis : “ Eit kalian mau dipecat jadi
golongan jin?!”
Jin
1 dan 2 :
“Nggak dong bos”
Syaitan
1 :
“ Memang ada apa bos. Kayaknya penting”
Iblis : “ Seperti biasa, kita ganggu
keturunan Adam. Kali ini Ibrahim akan menyembelih anaknya”
Syaitan
2 :
“Wah bukannya bagus bos, berarti dia akan membunuh anaknya sendiri. Kan manusia
gak boleh membunuh. Berarti ni kesempatan kita mendapatkan teman baru”
Iblis : “Tapi ini beda, ini perintah
langsung dari Allah. Untuk itu mari kita gagalkan usaha Ibrahim agar ia tidak
menyembelih Ismail”
Syetan
dan Jin: “Siap bos!”
Adegan 6
Hari
itupun tiba, Nabi Ibrahim membawa Ismail ke altar tempat dimana Ismail akan
disembelih. Sesosok jin yang menyamarpun mulai merayu nabi Ibrahim untuk tidak
mengorbankan anaknya.
Ismail :”
Jangan terpengaruh abi, itu hanya tipu daya iblis. Pergilah kau wahai iblis
terkutuk”
Ismail
melemparinya dengan kerikil. Dan Jin itupun hilang.
Tak
lama kemudian penyamaran dalam wujud seorang perempuan cantik. Ia kembali
merayu Nabi Ibrahim.
Ismail :”
Jangan terpengaruh abi, itu hanya tipu daya iblis. Pergilah kau wahai iblis
terkutuk”
Ismail
kembali melemparinya dengan kerikil. Dan Jin perempuan itupun pergi menjerit.
Dan
untuk yang ketiga kalinya akhirnya iblis itu sendiri yang turun tangan. Ia
merayu nabi Ibrahim untuk tidak mengorbankan anaknya.
Ismail :” Jangan terpengaruh abi, itu hanya
tipu daya iblis. Pergilah kau wahai iblis terkutuk”
Ismail
kembali melemparinya dengan kerikil untuk ketiga kalinya. Sang iblispun kesal dan
tidak kembali lagi.
Ibrahim
: “Terima kasih anakku, ujian
kali ini memanglah sungguh berat. Sekarang berbaringlah. Abi akan
menyembelihmu”
Ismail : “Aku siap abi”
Ibrahim
:
“Bismillahirohmanirrohim”
Tiba-tiba
apa yang terjadi… pedang yang digunakan Nabi Ibrahim untuk menyembelih leher
Ismail tak mempan. Dan tak lama kemudian digantikanlah Ismail dengan seekor
domba.
Adegan 7
Kakek : “Nah begitulah ceritanya”
Ifa : “Ifa juga mau ikhlas
berkurban”
Ina : “Ina juga”
Kakek : “Nah itu dia baru cucu kakek”
Demikianlah
kisah tentang Nabi Ismail dan pengorbanannya. Semoga dapat diambil hikmahnya.
Oya teman-teman hanya ingin mengingatkan bagi kita yang belum menunaikan
Harokah Kurban, jangan lupa yach untuk segera ditunaikan insyaallah Allah akan
melipat gandakan kenikmatan yang telah diberikan kepada kita. Amin
Dan
(ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar