Sebelumnya
Gesti merupakan anak gadis yang sombong dan tidak disukai banyak orang. Namun
Maya berusaha untuk membantunya menemukan jiwa positif yang dimiliki Gesti.
Sehingga akhirnya ia menyadari kekeliruan yang ia buat selama ini. Gestipun
meminta maaf dan akhirnya ia diterima oleh sahabatnya, iapun menemukan arti
sahabat itu sendiri dan berusaha untuk mengubah sikap angkuhnya.
Satu
pekan telah berlalu, kini mulai banyak yang menyukai perubahan Gesti. Semua
merasa senang dengan perubahan positf ini. Namun diantara sekian banyak yang
mulai menyukainya timbullah rasa iri dari mereka yang dulu pernah disakiti
Gesti. Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Ria : lagi tunggu siapa Ges?
Gesti : lagi nunggu teman. Tadi dah janji mau kerjain
tugas bersama-sama. Tapi sudah hampir jam 4 kok mereka belum datang yach?
Ria : tunggu aja bentar. Kan sekarang hujan
lebat jalan jadi becek gak ada ojek
Gesti
: apa sich kakak. Bisanya ganggu
aja.
(Tak
lama kemudian terdengar suara salam dari luar)
Teman2:
assalamualaikum
Gesti
: walaikum salam akhirnya datang
juga!
Maya
: selamat sore kak!
Ria
: selamat sore juga ! maya yach ?
Maya
: iya ka!
Ria
: ma’lum rada lupa gitu dech.
Gesti
: kak? Dah dech ngobrolnya yang
lain kan mau masuk juga
Ria
: oh iya.
Gesti
: ayo silahkan masuk. Duduk dulu
yach aku mau ke dalam mau ambil buku.
Ria : aku Ria kakaknya gesti salam kenal jangan
sungkan-sungkan dirumah ini. Kakak mau ke dalam dulu yach! (sambil melirik
genit ke arah rio , rio jadi salah tingkah)
Rafi
: rumahnya besar banget!
Intan
: ya ialah bapaknya aja pejabat,
ibunya pramugari
Rendy : pantas dia sombong. Wajar kok ada
yang di sombongi.
Maya
: dah jangan bicara itu lagi gak
baik.
Rio
: tau nih diakan gak sombong lagi
Rafi
:tau dech mentang-mentang itunya…
Rio
: apa?
Rafi
: gak gitu aja marah
Beberapa
menit kemudian Gesti muncul.
Gesti : sori agak telat , ternyata bukunya nyelip
dibuku matematika. Ngomong-ngomong laura dan anggi mana?
Maya
: kalau anggie jaga warung kalau
laura…
Intan
: katanya malas datang . tau kenapa?
Mungkin masih gak terima kali.
Gesti
: maksud kamu?
Maya
: gak kok ges, oya kita
mulai aja belajarnya. Nanti kesorean gak
enak sama papa dan mama.
Gesti : oh…(walaupun masih ada tanda Tanya dala
hatinya)
Merekapun
mulai membahas topic yang tadi pak rizal berikan. Rencananya mereka akan
membahas masalah penebangan hutan yang membahayakan ekosistem di dalamnya.
Mereka menyelesaikan tugasnya tepat pukul lima sore. Dan satu persatu pamit
pulang.
Gesti
:sampai besok ya (sambil
melambai ke maya dan kawan- kawan)
Ria
: loh kok dah pada balik?
Gesti : gak pake lama kali
Ria
: padahal kakakkan mau kenalan sama
yang pake baju…
Gesti : rio?
Ria : yang paling cakep dech
Gesti : lewatin gesti dulu dong kak! (diapun kembli
kedalam kamar sambil tersenyum)
Ria : kali-kali ngalah dong sama kakaknya (iapun
mengikuti gesti ke dalam)
Keesokan
harinya Anggie tampak sibuk mencari sesuatu di dalam tasnya.
Laura
: lagi ngapain kamu?
Anggie : ini….
Laura
: ini apa?
Anggie : dompet ?
Laura
:
dompet apa makasud kamu?
Anggie
: aku tadi taro dompet di tas tapi
gak ada.
Laura
: jangan-jangan..?
Anggie
: jangan-jangan apa?
Laura
: tadi waktu dari kantin, aku
lihat gesti keluar dari kelas sambil tergesa-gesa
Anggie : jadi kamu tuduh dia yang ambil?
Laura
: mungkin aja
Anggie
: tapi…
(tak
lama kemudian gesti ,intan dan maya muncul)
Laura
: eh ges, kembaliin aja dompet
anggie?
Gesti
: dompet anggie, ?
Laura
: jangan pura-pura bego dech
Gesti
: aku gak ngerti.
Laura
: kamukan yang ambil dompet
anggie?
Gesti
:kok kamu tuduh aku gitu
Laura
:tadi aku lihat kamu keluar dari
kelas sambil tergesa-gesa gitu. Kan jam istirahat semuanya di luar
Gesti
: tadi aku Cuma…
Laura
: gak bisa jawabkan? Pasti kamu
yang ambil
Gesti
: buat apa aku ambil duit orang
aku sudah banyak uang aku …
Laura
: pake alasan segala, memang
jaman sekarang Cuma orang miskin aja yang nyuri. Orang kayak lebih parah.
Jangan –jangan bapakmu koruptor.
Gesti
:kok kamu bicara kayak gitu.
Laura
: Ya ialah masa ya iya dong.
Bapaknya aja koruptor apalagi anaknya.
Gesti
:kamu…(ia mendorong kasar laura)
Maya
:cukup ! apa-apaan sich kalian
berdua
Gesti : dia yang mulai duluan
Maya :sudah. Laura kenapa kamu nuduh gesti,
kan gak ada buktinya
Intan
: coba aja periksa tasnya siapa
tau dompetnya ada di sana
Gesti
: baik aku ambil tasku, aku akan buktikan kalau aku gak salah(ia pun
mengambilnya lalu mengeluarkan dompet dari dalam tas)
Anggie
:itu dompet aku (ia mendekati gesti
untuk memastikan) ia benar ini dompetku
(Semua
yang ada di situ terkejut)
Gesti :itu bukan aku yang ambil
Laura
:udah ada bukti masih ngeles
Gesti :bu..bukan aku yang ambil,pasti ada yang mau
fitnah aku
Intan
:aku gak sangka kamu berbuat
seperti ini
Laura
:sudah jelaskan may,siapa yang
salah. Kita lapor aja sekalian ke kepala
sekolah biar di keluarin dari sekolah
Intan : iya may, aku juga sebelumnya sudah curiga
Tiba-tiba
lala dan fitri muncul….
Lala
: tunggu dulu,bukan gesti yang ambil
dompet itu
Fitri
:
ya bukan gesti
Laura
:masih dibela juga uddah jelaskan
Maya
: ok kalau bukan gesti, kenapa
dompet itu ada di tasnya?
Lala :karena fery yang ambil dan meletakkannya di
dalam tas gesti
Fitri
:kami lihat sendiri dia melakukannya
Lala
:kami sudah bilang pada Rio dan
kawan-kawannya untuk mencari Fery
(Tak
lama kemudian Rio muncul bersama fery,rafy dan rendy. Tiba-tibaIntan keluar
kelas namun tak ada satupun yang memperhatikannya)
Fery :maaf aku Cuma disuruh
Gesti
: kenapa harus aku..
Maya
: sebentar ya ges, aku tau kamu
kesal. Tapi kita harus tau siapa yang menyuruhnya
Rio : coba kamu katakan siapa yang suruh kamu
Fery :intan
Laura
: apa intan? Kok dia …
Gesti
:aku gak sangka Intan berbuat
seperti itu. Kenapa ia benci aku.
Maya
: sudah ya ges, kamu sabar aja.
Nanti kita sama-sama ke rumah Intan. Kita bicara baik-baik sama dia
Laura
: ges, aku minta maaf karena
selama ini gak suka sama kamu.
Gesti
:aku sudah maafkan tapi aku gak
sangka Intan fitnah aku
Merekapun
akhirnya memilih untuk menyelesaikan masalah ini dengan damai. Dan pulang
sekolah mereka berencana untuk berkunjung ke rumah Intan.
Intan
: ma nanti kalau ada yang cari
intan bilang aja ga ada ya.
Mama : kamu kenapa sayang kok sudah pulang?
Intan
:dah nanti kalau ada usir aja.
Intan gak mau ketemu mereka.
Mama
: pasti kamu lagi ada masalah.
Intan
: dah ma, intan gak mau diganggu.
Mama keluar aja ya.
Mama
: ya sudah kalau kamu gak mau
cerita sama mama. (Mamapun keluar)
Detik
demi detik berlalu. Intan merasa tidak tenang, hatinya gundah. Terdengar dari
luar suara ramai teman-temannya.
Intan : ma…bilang ke mereka intan gak mau ketemu.
(namun
maya sudah masuk bersama gesti,laura dan anggie)
Intan : ngapain kalian kesini? Pasti kalian mau
salahin aku semua. Iya tadi aku yang suruh fery ambil dompet anggie.buat fitnah
kamu ges. Aku benci sama kamu.
Gesti : kenapa, memang aku salah apa sama kamu? Kalau
aku salah aku minta maaf
Intan : kesalahan kamu gak bisa dimaafin ges, kamu
sudah rebut semunya dari aku. Maya , angie, teman-teman semuanya bahkan
sekarang laura
Gesti
: aku tidak merebut mereka.
Maya
: gesti benar ,kita masih
sahabat. Aku masih sahabat kamu
Laura
: ya walaupun aku benci gesti
awalnya, tapi aku mulai sadar bahwa persahabatan itu lebih berharga dibanding
keegoisan kita.
Anggie
:ya lagi pula dari dulu kita sudah
berteman. Apa gara –gara rasa iri saja persahabatan kita putus.
Gesti
: aku juga baru merasakannya
sejak aku mengenal kalian kita bisa saling mengisi, sudah lupakan kejadian
tadi. Aku sudah tidak mempersoalkan itu lagi
Intan : tapi, fitnah lebih kejam daripaada pembunuhan
Gesti
: kami tau, untuk itu kami
datang kesini supaya kamu gak ulangi lagi. Karena kami semua sayang kamu kami
gak mau kamu terjerumus
Laura
: ceila bahasanya…tapi kita tetap
sahabat..itulah sahabat saling mengingatkan
Akhirnya
merekadapat tersenyum bersama. Persahabatan seperti sebuah rantai yang saling
mengikat, seperti sebuah roda yang berjeruji apabila salah satu putus maka akan
bercerai berailah ia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar