BAB
5
Jay melihat papan pengumuman di
kampus sekolah. Namanya masuk sepuluh besar, otomatis dia pun dinyatakan lulus.
Golek lain lagi, dia urutan ketiga
dari belakang “Ah, nggak apa yang penting gue lulus”katanya dengan nada kecewa.
Jay masuk fakultas elektro. Passing
grate untuk masuk jurusan ini cukup besar, maklum elektro merupakan jurusan
yang paling banyak diminati setelah IT.
Ia berjalan menyusuri gedung-gedung
tempat perkuliahan. Tentunya ditemani Golek. Mereka ingin mencari kelasnya
masing-masing.
“
Wah , enak loe Jay, nilai loe tinggi” ujar Golek sambil menenggak minuman
kalengnya.
“
Nggak juga” timpal Jay. Ia masih memperhatikan dengan seksama kelas yang dilewatinya.
“Eh,
Jay tuh ada cewek cakep.”
“
Mana ?” tanya Jay. Ia membuka mata lebar-lebar. Jay memang terkenal mata
keranjang tapi dia tidak pernah memainkan perasaan seorang wanita. Cuma
ngelirik dikit dan ngegodain aja.
“Itu
tuh yang pake baju pink” Golek menunjuk seorang gadis yang sedang berdiri
menanti seseorang.
“
Bener , cakep banget” Jay terpesona dengan pandangan pertamanya. “ Tapi kelihatannya
dia bukan anak baru dech” raut wajahnya berubah muram.
“
Emangnya kenapa ?”
“
Dia tuh paling sudah punya cowok “
“Siapa
bilang. Kita deketin yuk!” ajak Golek nggak mau kalah. Dia ingin sekali
berkenalan dengan gadis cantik itu.
“
Nggak ah. Ntar gue dibilang cowok perusak”
“
Maksud loe?” tanya Golek tak mengerti.
“
Loe lemot banget sich. Itu perusak hubungan orang” kesel juga Jay
menjelaskannya.
Golek hanya manggut-manggut. Entah
dalam pikirannya apa yang jelas dia paham perkataan Jay barusan.
Benar saja, tak lama kemudian
seorang pemuda yang tinggi, tegap menghampiri gadis tersebut. Ia mengenakan
kaos zazoo dan blue jeans yang robek dibagian dengkulnya. Tapi . . . . .
wajahnya kok mirip yach?
“Tunggu
Jay, liat tuh. Masa loe gak aneh lihat cowok itu “ Golek menarik kemeja yang
dekenakan Jay.
“Apanya
yang aneh. Siapa tahu jodoh itu cewek cowok yang mukanya mirip ama die” Jay
menebak apa yang dipikirkan Golek.
“Nggak,
Jay ini beda . pasti tu cowok kakak atau adiknya dech” Golek yakin dengan apa
yang dilihatnya walapun memang sudah banyak sepasang kekasih ditakdirkan
memilik wajah yang serupa.
“Loe
kok penasaran bengat sich” Jay semakin kesal.
“Eh
ini demi loe. Loe kan play boy tapi kagak ada cewek yang loe pacarin” kata
Golek lagi.
“Ah
udah gue bête ngomog ama loe kalo loe kayak gini terus. Kalo loe mau loe aja
yang gebet” Jay berjalan meninggalkannya.
“Jay . . .
tunggu” Golek mengejarnya. “Sorry
banget kalo loe marah segitunya”
************
“Pak, saya punya usul, bagaimana
kalau untuk pemantauan yang lebih efektif, efisien dan hemat kita gunakan saja
sistem jaringan yang lebih up to data kita semacam data base dengan software
terbaru atau bisa kita gunakan VB atau semacamnya.” Doni mengajukan beberapa
pertimbangan yang masuk akal.
Pak Rudi termenung sejenak.
Sepertinya usul tersebut bisa diterima. “Baiklah nanti pendapatmu akan saya
ajukan kepada pimpinan”. Ia pun menyerahkan beberapa map yang harus dipelajari.
Doni menngangguk dan tersenyum puas.
Lega rasanya bias menyampaikan unek-unek yang selama ini disimpan di kepala
saja. “Ya sudah kalau begitu saya pamit dulu, waktu paruh kerja saya habis jadi
saya tidak ingin korupsi waktu .Nanti saya akan pelajari dengan baik isi
dokumen in”. Ia menerima map itu dan keluar dari ruang pak Rudi.
Pak Rudi hanya menggeleng-gelengkan
kepala “Suatu saat mungkin anak itu bisa jadi orang besar disini”.
************
Tak sengaja dan tak diduga
sebelumnya Doni berpapasan kembali dengan Andrea di dalam lift. Kebetulan
keduanya ingin menuju ke lantai dasar.
“Mbak…..sudah
maafin saya kan?”tanya Doni.
“He,
gue tuh bukan kakak loe. Ngapain panggil gue mbak, ribuan kali gue dah bilang
ke loe”Andrea jadi sewot gak jelas gitu.
“Jadi
saya harus manggil mbak……… maksud saya kamu siapa?” tanya Doni serba salah.
“Ter…se……rah……”
pintu lift terbuka. Andrea berhambur keluar dengan tergesa-gesa.
“Ter…..ter…!!”
teriak Doni berlari menghampiri namun Andrea malah masuk ke volvonya.
“
Cakep-cakep kok judes” ia memandang kepergian mobil yang kian lama menghilang
di pertikungan jalan.
************
“ Ra, loe inget gak cowok yang gue
ceritain ke loe” Ia masih mengendarai volvonya sambil memegang HP dan memasang
head set pada telinganya.
“Yang
mana?”
“
Itu yang numpahin minuman ke baju gue”.
“Oh…….
Emangnya kenapa. Loe ketemu lagi ama dia”.
“
Iya barusan gue kerjain dia”. Ia memperbaiki posisi mengemudinya.
“Loe
siram dia”
“Ya
gak, gue sok jutek aja ama dia.”
“Kok…………..”
“
Nyantai aja dia tuch kerja di kantor Papa .”
“
Apa ?” Amara terkejut.
“
Iya ………….suer dech.”
“Kalo
gitu loe mao ngerjain dia yach.”
“Mmm….mau
tahu aja dech, yang penting kayaknya gue happy banget.”
“
Jangan-jangan loe tuch…………..”
“
Hayo apa lagi……………..iseng dech.”
“Ha………..ha……….jatuh
cinta nich yee………..”
“
Ye…….” Andrea mematikan HPnya lalu tersenyum. “ Gak mungkin lagi gue jatuh
cinta ma tuch cowok.” Dia membanting stir memasuki kawasan mall Karawachi dan
berhenti di sebuah restoran.
Sebuah ice cream tiga lapis sudah
berada di tangannya. Entah setan apa yang memasuki dirinya sehingga tiba-tiba
dia ingin sekali merasakan kenikmatan ice cream tersebut. Cita rasa yang
ditawarkan begitu menggoyang lidah, nikmatnya tak terungkap. Vanilla,
strawberry dan cokelat semuanya benar-benar menggugah selera. Apalagi ketika es
tersebut perlahan-lahan mencair di dalam mulut.
************
Doni kembali berlari memasuki ruang
kelas. Kali ini dosennya sudah berdiri di depan kelas. Untung saja hari ini dia
sudah siap untuk mengulas dan mempresentasikan makalah yang telah dibuatnya.
Ambarwati juga sudah menantikan
kedatangan Doni yang dikiranya tak akan datang.
“
Kamu kemana aja ?” tanya Ambar dengan sedikit cemas.
“Aku
kan dah bekerja parttime”
“Ha?”
Ia mengernyitkan dahinya.”Jadi kamu sudah kerja?” Ambarwati terkejut.
“Ya
aku merasa aku butuh mandiri” kata Doni sambil mempersiapkan presentasinya
Doni tampil membawakan makalah dan
mempresentasikannya dengan proyektor yang telah dihubungkan ke komputer. Tak
terasa waktu beranjak begitu cepat. Hasil presentasinya begitu luar biasa,
dosennya memuji dan memberikan applause yang luar biasa.
Doni kembali duduk “Kamu hebat
banget” Ambarwati senang sekali. Ia tersenyum lebar dan sesekali
menggeleng-gelengkan kepala mungkin karena materi yang telah disampaikan.
“Selamat ya”ia mengulurkan tangan memberinya ucapan selamat.
“Eh
lo berdua, besok nich kita ada acara OSPEK, mau ikutan kagak” Dudu berceloteh
memotong pembicaraan mereka.
Doni
kemudian berfikir sejenak “Sorry banget kayaknya gak bisa.” Dudu langsung
memelas padahal dia berharap Doni mau ikutan. Setidaknya ikut aktif di bagian
kemahasiswan. Jangan menjadi mahasiswa yang pasif yang hanya bisa belajar-belajar
dan belajar. Sekali-kalikan gak apa-apa. Lagipula ini tidak akan mengganggu
IPKnya nanti.
“Kalo
loe Bar?” tanyanya penuh harap.
“Mmm…Aku
gak janji. Sesempatnya dech aku usahain”
“Nah
gitu dong!” Dudu tampak senang. “ Ya udah gue duluan” ia beranjak pergi.
“Kalo
gitu aku juga mau pulang nich” kata Ambarwati merapikan buku-bukunya.
“Ya
udah aku antar kamu” ia segera merapikan seluruh kertas-kertas yang berserakan
di sekitarnya.
“Gak
usah, aku biasa kok sendirian. Daaah” ia tersnyum dan pergi meninggalkan Doni begitu saja.
************
“Jadi
gue besok mesti ikut OSPEK ?” Andrea terkejut mendapat kabar dari sepupunya
itu.
“Ya
iyalah mau lo dibilang nepotisme??” Amara memainkan game snack di HP nya.
Wah……ia kelihatan serius. “Ya………..sial gue kalah lagi” Ia mematikan gamenya. “Inget
Dre, semua perlu sesuatu yang licik sekarang. Tanpa kelicikan, wah bakal
dilindes lo” Amara meletakkan HPnya di kasur, beranjak dan merapihkan
T-shirtnya yang agak gombrang.
“M…m…iya
seh tapi kan…….”
“Udah
ah……..kita gak usah bahas itu lagi yang penting lo besok ikut OSPEK. Nyantai
dech biar gue yang ngerjain” Ia berjalan keluar.
“Sial
lo” Ia melempar bantal yang berbentukhati, kemudian kembai termenung.
Cowok itu lagi, hm…..cowok yang
kelihatan baik hati, pengertian dan dia lumayan tampan. Sekarang dia bekerja di
perusahaan papa walaupun masih karyawan baru, dia cukup lihai dan begitu sopan.
“He……..ngelamun
yah” tiba-tiba Amara sudah berada disampingnya.
“Ah
lo….ngagetin gue aja.”
“Sory
dech, HP gue ketinggalan.”
“Lagian
ngapain lo naruh disini” ia mengambil HP yang ada di dekatnya. “Nich”
“Makasih”
Amara tersenyum.
“Eh
ngomong-ngomong malem mingguan kemana ya enaknya??”
“Lo
minta pendapat ama gue”
“Ya
iyalah……..”
“Menurut
gue kayaknya lo nongkrong aja di kuburan”
“Eh
lo kira gue sundel bolong” matanya melotot seperti mau keluar dari tempatnya.
“Lah
kan muka lo mirip kuntilanak”
“Enak
aja. Dari bawah ampe atas kalo lo perhatiin juga 1800 kagak mirip”
“Ya
udah jangan marah gitu dong…….becanda lagi”
“Lagian…………
“ Ia duduk di sebelah Andrea dengan tampang yang kusut.
“Gue
punya tempat bagus neh”
“Mau……..mau……”
“Di
sana aja…”
“Itu
tuh……………..”
“He,
lo bicara yang bener kek….” ucapnya menggerutu. Andrea lalu menarik lengan
Amara menuju lantai dasar kemudian melewati ruang tamu terus ke volvonya.
“Kita
mau kemana?”
“Nyantai”
Ia memakai safety beltnya.“Siap…pasang sabuknya.”menghidupkan mesin mobil dan “Go”
kemudian ia menancap gas.
“Woo…….”
teriak Amara terkejut. “Lo gila yach” bukannya memperlambat dia malah menambah
kecepatannya, so Amara ketakutan setengah mati untungnya dia sudah pasang sabuk
penagamnnya kalau saja gak pake tubuhnya sudah terlempar dari dalam mobil dan
dia bakal benar-benar menjadi kuntilanak hhiiiii ngeri kalo ngebayanginnya.
************
"Gimane
kerja loe, Don?" tanya emak sambil menghitung uang pemasukkan hari ini.
Sebagian untuk membeli keperluan dagang besok sebagian untuk ditabung.
"Baik,
aye malah dipuji ama atasan" ia meletakkan arsip-arsipnya.
“Alhamdulillah
klo begitu” emak melipat uangyang digunakan untuk membeli dagangan besok dan
memasukkannya ke dompet hitam.
Doni
masuk ke kamarnya lalu keluar lagi tak lama kemudian. Ia mengenakan kaos oblong
polos.Sambil membawa handuk kecil untuk mandi.
"Mak,
besok ijin yach, gak bisa betulin genteng nich"
"Emangnye
kenape loe".
"Gini
mak, aye besok ada acare OSPEK"
"Apaan
tuh?" tanya mak bingung.
"Itu.....acara
tahunan ngerjain mahasiswa baru".
Emak
mengangguk, "Eh adek loe lulus kagak".
"Kayaknya
sich lulus klo kagak salah dia urutan kelime loh".
“Syukur
dech, ya udah san aloe mandi gih. Klo mau air hangat loe ambil aje di teko yang
ade di atas kompor. Masih anget kok. Emak tadi baru aje masak buat nyiangin
ayam”
Doni
tersenyum. “Makasih mak”
**************
"M......m.........enak
loh" kata Amara bersamangat , ia melahap ice cream tiga lapisnya.
"Makanya
, gue sering kesini , klo kagak ngejilat sehari aja rasanya kosong gitu"
Ia kembali melahap Ice creamnya.
Mereka tenggelam dalam kenikmatan
Ice cream tiga lapis. Rasanya begitu menggoda selanjutnya tinggal beli aja ,
nggak mahal kok cocok buat remaja apalagi yang kantongnya pas-pasan. Jadi iklan
begini sich.
"Balik
yuk" ajak Amara, ia telah menghabiskan tiga Ice cream dan tak mampu untuk
menambah lagi.
"Tunggu..........."kata
Andrea dengan mulut penuh.
Amara
sudah terlebih dahulu menuju ke tempat parkir.
"Ra.....sini....."Teriak
Andrea , ia dikawal beberapa petugas restorant. "Credit Card gue rusak so
I hope you want to....
"Yes
I know that" dengan terpaksa ia mengeluarkan credit cardnya.
**************
"Untung
ada loe, klo kagak gue disuruh cuci piring kali".
"Lagian
pergi kagak bawa uang, Jadi gini dech. Makanya sedia payung sebelum
hujan".
Amara tampak sewot , ia melipat kedua lengannya didepan dada.
"Aduh
, jangan gitu dong Ra, Ntar gue ganti " ucap Andrea, sesekali menoleh ke arahnya.
"Sekarang
kita mau kemana?" tanya Andrea lagi.
"Ngedugem
kemana ja dech. Gue udeh sumpek tahu enggak" Amara kemudian menyetel
radio.
“Bedah cinta kembali menemani malam
minggu anda. Kali ini Jay akan membahas sedikit tentang cinta. Mungkin anda
yang baru jatuh cinta akan merasakan ketenangan dari dalam jiwa.
Kata orang cinta itu buta, tidak
memandang yang baik ataupun yang jelek karena memang sudah saling mengerti
perasaan masing-masing pasangan. Ya udah sebelum kita lanjutkan kembali kami
memberi kesempatan bagi para pendengar sekalian untuk mengungkapkan rasa cinta
atau makna cinta bisa melalui 0815 7010 410 atau di 741345 , Jay akan kembali
setelah lagu berikut, Selamat mendengarkan "Lagu cinta mengalun merdu memenuhi
mobil.
Andrea
tampak asyik menikmati irama lagu itu.
"Keren
yach suaranya,"ucap Amara
"Ya
iyalah, inikan suaranya Celine Dion"
"Bukan
itu,"
"Jadi......"
"Pembawa
acaranya lah" kata Amara.
"Wow.......ternyata
loe tuh jatuh cinta yach ama pendengaran pertama."
"He.
ngawur loe. Enak aja gue jatuh cinta ada juga loe ama karyawan baru itu"
Ia juga tampak sewot , namun pipinya memerah.
"Apa
loe bilang?"
"Karyawan
baru itu" jawabnya polos.
"Nggak
apa daripada loe , baru dengerin udah falling love , apa ga ada cowok lain
apa?"
"Sudah
ah bodo....",Ia mengeluarkan HPnya.
"Nomornya
tadi berapa?"
"Tuh
kan?"
"He......cepet
nich , gue serius"
"0815
7010 410"
"Nah,
kekirim dech...hi....hi...."
Andrea tertawa melihat Amara asyik
sendiri . Dasar tuh anak , nggak pernah mau ngalah . sudah diskak mati juga
masih aja ngeles.
"Dari
Amara , kok aneh yach namanya , Tapi nggak apa kok. Salamnya buat Andrea sama
gebetannya , karyawan baru loh.....,Terus buat semua khususnya buat MCnya ,
suaranya OK punya bo!!!!"
"Tuh
kan bener......."
"St......st......"
"((
Kalo cinta bukanlah dosa , percaya bahwa cinta mengalahkan segala . Tapi buat
apa bercinta bila tidak saling menjaga )) Bagus juga nich puisi . kayaknya lagi
jatuh cinta yach".
"Ehm.......
non Amara bisa jatuh cinta nich" Andrea ngeledek
"Loe
bisanya iseng ye....." Ia mencubit lengan Andrea , hingga mobil yang
dikendarinya oleng , untung aja volvonya nggak nabrak tiang listrik yang gede
banget itu.
"Sial
loe , hampir kita dead" Kata andrea ketus, sekarang ia lebih kosentrasi mengendari
mobilnya.
"Sorry
dech , kan cuma becanda"
"What
?? loe gila apa . Kidding itu ada aturannya , loe boleh free tapi inget
keselamatan ".
"Iya....iya...."Amara
mengangguk -angguk pelan, kali ini dia yang diceramahin . "Besok lihat aja
, gue kerjain loe" gumamnya dalam hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar