Cari Blog Ini

Rabu, 23 Desember 2015

ICE CREAM 3 LAPIS Bab 5



BAB 5
            Jay melihat papan pengumuman di kampus sekolah. Namanya masuk sepuluh besar, otomatis dia pun dinyatakan lulus.
            Golek lain lagi, dia urutan ketiga dari belakang “Ah, nggak apa yang penting gue lulus”katanya dengan nada kecewa.
            Jay masuk fakultas elektro. Passing grate untuk masuk jurusan ini cukup besar, maklum elektro merupakan jurusan yang paling banyak diminati setelah IT.
            Ia berjalan menyusuri gedung-gedung tempat perkuliahan. Tentunya ditemani Golek. Mereka ingin mencari kelasnya masing-masing.
“ Wah , enak loe Jay, nilai loe tinggi” ujar Golek sambil menenggak minuman kalengnya.
“ Nggak juga” timpal Jay. Ia masih memperhatikan dengan seksama kelas yang dilewatinya.
“Eh, Jay tuh ada cewek cakep.”
“ Mana ?” tanya Jay. Ia membuka mata lebar-lebar. Jay memang terkenal mata keranjang tapi dia tidak pernah memainkan perasaan seorang wanita. Cuma ngelirik dikit dan ngegodain aja.
“Itu tuh yang pake baju pink” Golek menunjuk seorang gadis yang sedang berdiri menanti seseorang.
“ Bener , cakep banget” Jay terpesona dengan pandangan pertamanya. “ Tapi kelihatannya dia bukan anak baru dech” raut wajahnya berubah muram.
“ Emangnya kenapa ?”
“ Dia tuh paling sudah punya cowok “
“Siapa bilang. Kita deketin yuk!” ajak Golek nggak mau kalah. Dia ingin sekali berkenalan dengan gadis cantik itu.
“ Nggak ah. Ntar gue dibilang cowok perusak”
“ Maksud loe?” tanya Golek tak mengerti.
“ Loe lemot banget sich. Itu perusak hubungan orang” kesel juga Jay menjelaskannya.
            Golek hanya manggut-manggut. Entah dalam pikirannya apa yang jelas dia paham perkataan Jay barusan.
            Benar saja, tak lama kemudian seorang pemuda yang tinggi, tegap menghampiri gadis tersebut. Ia mengenakan kaos zazoo dan blue jeans yang robek dibagian dengkulnya. Tapi . . . . . wajahnya kok mirip yach?
“Tunggu Jay, liat tuh. Masa loe gak aneh lihat cowok itu “ Golek menarik kemeja yang dekenakan Jay.
“Apanya yang aneh. Siapa tahu jodoh itu cewek cowok yang mukanya mirip ama die” Jay menebak apa yang dipikirkan Golek.
“Nggak, Jay ini beda . pasti tu cowok kakak atau adiknya dech” Golek yakin dengan apa yang dilihatnya walapun memang sudah banyak sepasang kekasih ditakdirkan memilik wajah yang serupa.
“Loe kok penasaran bengat sich” Jay semakin kesal.
“Eh ini demi loe. Loe kan play boy tapi kagak ada cewek yang loe pacarin” kata Golek lagi.
“Ah udah gue bête ngomog ama loe kalo loe kayak gini terus. Kalo loe mau loe aja yang gebet” Jay berjalan meninggalkannya.
“Jay  . . .  tunggu”  Golek mengejarnya. “Sorry banget kalo loe marah segitunya”


************

            “Pak, saya punya usul, bagaimana kalau untuk pemantauan yang lebih efektif, efisien dan hemat kita gunakan saja sistem jaringan yang lebih up to data kita semacam data base dengan software terbaru atau bisa kita gunakan VB atau semacamnya.” Doni mengajukan beberapa pertimbangan yang masuk akal.
            Pak Rudi termenung sejenak. Sepertinya usul tersebut bisa diterima. “Baiklah nanti pendapatmu akan saya ajukan kepada pimpinan”. Ia pun menyerahkan beberapa map yang harus dipelajari.
            Doni menngangguk dan tersenyum puas. Lega rasanya bias menyampaikan unek-unek yang selama ini disimpan di kepala saja. “Ya sudah kalau begitu saya pamit dulu, waktu paruh kerja saya habis jadi saya tidak ingin korupsi waktu .Nanti saya akan pelajari dengan baik isi dokumen in”. Ia menerima map itu dan keluar dari ruang pak Rudi.
            Pak Rudi hanya menggeleng-gelengkan kepala “Suatu saat mungkin anak itu bisa jadi orang besar disini”.

************

            Tak sengaja dan tak diduga sebelumnya Doni berpapasan kembali dengan Andrea di dalam lift. Kebetulan keduanya ingin menuju ke lantai dasar.
“Mbak…..sudah maafin saya kan?”tanya Doni.
“He, gue tuh bukan kakak loe. Ngapain panggil gue mbak, ribuan kali gue dah bilang ke loe”Andrea jadi sewot gak jelas gitu.
“Jadi saya harus manggil mbak……… maksud saya kamu siapa?” tanya Doni serba salah.
“Ter…se……rah……” pintu lift terbuka. Andrea berhambur keluar dengan tergesa-gesa.
“Ter…..ter…!!” teriak Doni berlari menghampiri namun Andrea malah masuk ke volvonya.
“ Cakep-cakep kok judes” ia memandang kepergian mobil yang kian lama menghilang di pertikungan jalan.

************

            “ Ra, loe inget gak cowok yang gue ceritain ke loe” Ia masih mengendarai volvonya sambil memegang HP dan memasang head set pada telinganya.
“Yang mana?”
“ Itu yang numpahin minuman ke baju gue”.
“Oh……. Emangnya kenapa. Loe ketemu lagi ama dia”.
“ Iya barusan gue kerjain dia”. Ia memperbaiki posisi mengemudinya.
“Loe siram dia”
“Ya gak, gue sok jutek aja ama dia.”
“Kok…………..”
“ Nyantai aja dia tuch kerja di kantor Papa .”
“ Apa ?” Amara terkejut.
“ Iya ………….suer dech.”
“Kalo gitu loe mao ngerjain dia yach.”
“Mmm….mau tahu aja dech, yang penting kayaknya gue happy banget.”
“ Jangan-jangan loe tuch…………..”
“ Hayo apa lagi……………..iseng dech.”
“Ha………..ha……….jatuh cinta nich yee………..”
“ Ye…….” Andrea mematikan HPnya lalu tersenyum. “ Gak mungkin lagi gue jatuh cinta ma tuch cowok.” Dia membanting stir memasuki kawasan mall Karawachi dan berhenti di sebuah restoran.
            Sebuah ice cream tiga lapis sudah berada di tangannya. Entah setan apa yang memasuki dirinya sehingga tiba-tiba dia ingin sekali merasakan kenikmatan ice cream tersebut. Cita rasa yang ditawarkan begitu menggoyang lidah, nikmatnya tak terungkap. Vanilla, strawberry dan cokelat semuanya benar-benar menggugah selera. Apalagi ketika es tersebut perlahan-lahan mencair di dalam mulut.

************
           
            Doni kembali berlari memasuki ruang kelas. Kali ini dosennya sudah berdiri di depan kelas. Untung saja hari ini dia sudah siap untuk mengulas dan mempresentasikan makalah yang telah dibuatnya.
            Ambarwati juga sudah menantikan kedatangan Doni yang dikiranya tak akan datang.
“ Kamu kemana aja ?” tanya Ambar dengan sedikit cemas.
“Aku kan dah bekerja parttime”
“Ha?” Ia mengernyitkan dahinya.”Jadi kamu sudah kerja?” Ambarwati terkejut.
“Ya aku merasa aku butuh mandiri” kata Doni sambil mempersiapkan presentasinya
            Doni tampil membawakan makalah dan mempresentasikannya dengan proyektor yang telah dihubungkan ke komputer. Tak terasa waktu beranjak begitu cepat. Hasil presentasinya begitu luar biasa, dosennya memuji dan memberikan applause yang luar biasa.
            Doni kembali duduk “Kamu hebat banget” Ambarwati senang sekali. Ia tersenyum lebar dan sesekali menggeleng-gelengkan kepala mungkin karena materi yang telah disampaikan. “Selamat ya”ia mengulurkan tangan memberinya ucapan selamat.
“Eh lo berdua, besok nich kita ada acara OSPEK, mau ikutan kagak” Dudu berceloteh memotong pembicaraan mereka.
Doni kemudian berfikir sejenak “Sorry banget kayaknya gak bisa.” Dudu langsung memelas padahal dia berharap Doni mau ikutan. Setidaknya ikut aktif di bagian kemahasiswan. Jangan menjadi mahasiswa yang pasif yang hanya bisa belajar-belajar dan belajar. Sekali-kalikan gak apa-apa. Lagipula ini tidak akan mengganggu IPKnya nanti.
“Kalo loe Bar?” tanyanya penuh harap.
“Mmm…Aku gak janji. Sesempatnya dech aku usahain”
“Nah gitu dong!” Dudu tampak senang. “ Ya udah gue duluan” ia beranjak pergi.
“Kalo gitu aku juga mau pulang nich” kata Ambarwati merapikan buku-bukunya.
“Ya udah aku antar kamu” ia segera merapikan seluruh kertas-kertas yang berserakan di sekitarnya.
“Gak usah, aku biasa kok sendirian. Daaah” ia tersnyum  dan pergi meninggalkan Doni begitu saja.

************

“Jadi gue besok mesti ikut OSPEK ?” Andrea terkejut mendapat kabar dari sepupunya itu.
“Ya iyalah mau lo dibilang nepotisme??” Amara memainkan game snack di HP nya. Wah……ia kelihatan serius. “Ya………..sial gue kalah lagi” Ia mematikan gamenya. “Inget Dre, semua perlu sesuatu yang licik sekarang. Tanpa kelicikan, wah bakal dilindes lo” Amara meletakkan HPnya di kasur, beranjak dan merapihkan T-shirtnya yang agak gombrang.
“M…m…iya seh tapi kan…….”
“Udah ah……..kita gak usah bahas itu lagi yang penting lo besok ikut OSPEK. Nyantai dech biar gue yang ngerjain” Ia berjalan keluar.
“Sial lo” Ia melempar bantal yang berbentukhati, kemudian kembai termenung.
            Cowok itu lagi, hm…..cowok yang kelihatan baik hati, pengertian dan dia lumayan tampan. Sekarang dia bekerja di perusahaan papa walaupun masih karyawan baru, dia cukup lihai dan begitu sopan.
“He……..ngelamun yah” tiba-tiba Amara sudah berada disampingnya.
“Ah lo….ngagetin gue aja.”
“Sory dech, HP gue ketinggalan.”
“Lagian ngapain lo naruh disini” ia mengambil HP yang ada di dekatnya. “Nich”
“Makasih” Amara tersenyum.
“Eh ngomong-ngomong malem mingguan kemana ya enaknya??”
“Lo minta pendapat ama gue”
“Ya iyalah……..”
“Menurut gue kayaknya lo nongkrong aja di kuburan”
“Eh lo kira gue sundel bolong” matanya melotot seperti mau keluar dari tempatnya.
“Lah kan muka lo mirip kuntilanak”
“Enak aja. Dari bawah ampe atas kalo lo perhatiin juga 1800 kagak mirip
“Ya udah jangan marah gitu dong…….becanda lagi”
“Lagian………… “ Ia duduk di sebelah Andrea dengan tampang yang kusut.
“Gue punya tempat bagus neh”
“Mau……..mau……”
“Di sana aja…”
“Itu tuh……………..”
“He, lo bicara yang bener kek….” ucapnya menggerutu. Andrea lalu menarik lengan Amara menuju lantai dasar kemudian melewati ruang tamu terus ke volvonya.
“Kita mau kemana?”
“Nyantai” Ia memakai safety beltnya.“Siap…pasang sabuknya.”menghidupkan mesin mobil dan “Go” kemudian ia menancap gas.
“Woo…….” teriak Amara terkejut. “Lo gila yach” bukannya memperlambat dia malah menambah kecepatannya, so Amara ketakutan setengah mati untungnya dia sudah pasang sabuk penagamnnya kalau saja gak pake tubuhnya sudah terlempar dari dalam mobil dan dia bakal benar-benar menjadi kuntilanak hhiiiii ngeri kalo ngebayanginnya.

************

"Gimane kerja loe, Don?" tanya emak sambil menghitung uang pemasukkan hari ini. Sebagian untuk membeli keperluan dagang besok sebagian untuk ditabung.
"Baik, aye malah dipuji ama atasan" ia meletakkan arsip-arsipnya.
“Alhamdulillah klo begitu” emak melipat uangyang digunakan untuk membeli dagangan besok dan memasukkannya ke dompet hitam.
            Doni masuk ke kamarnya lalu keluar lagi tak lama kemudian. Ia mengenakan kaos oblong polos.Sambil membawa handuk kecil untuk mandi.
"Mak, besok ijin yach, gak bisa betulin genteng nich"
"Emangnye kenape loe".
"Gini mak, aye besok ada acare OSPEK"
"Apaan tuh?" tanya mak bingung.
"Itu.....acara tahunan ngerjain mahasiswa baru".
Emak mengangguk, "Eh adek loe lulus kagak".
"Kayaknya sich lulus klo kagak salah dia urutan kelime loh".
“Syukur dech, ya udah san aloe mandi gih. Klo mau air hangat loe ambil aje di teko yang ade di atas kompor. Masih anget kok. Emak tadi baru aje masak buat nyiangin ayam”
Doni tersenyum. “Makasih mak”
**************

"M......m.........enak loh" kata Amara bersamangat , ia melahap ice cream tiga lapisnya.
"Makanya , gue sering kesini , klo kagak ngejilat sehari aja rasanya kosong gitu" Ia kembali melahap Ice creamnya.
            Mereka tenggelam dalam kenikmatan Ice cream tiga lapis. Rasanya begitu menggoda selanjutnya tinggal beli aja , nggak mahal kok cocok buat remaja apalagi yang kantongnya pas-pasan. Jadi iklan begini sich.
"Balik yuk" ajak Amara, ia telah menghabiskan tiga Ice cream dan tak mampu untuk menambah lagi.
"Tunggu..........."kata Andrea dengan mulut penuh.
Amara sudah terlebih dahulu menuju ke tempat parkir.
"Ra.....sini....."Teriak Andrea , ia dikawal beberapa petugas restorant. "Credit Card gue rusak so I hope you want to....
"Yes I know that" dengan terpaksa ia mengeluarkan credit cardnya.

                                                                                                            **************

"Untung ada loe, klo kagak gue disuruh cuci piring kali".
"Lagian pergi kagak bawa uang, Jadi gini dech. Makanya sedia payung sebelum hujan".
              Amara tampak sewot , ia melipat kedua lengannya didepan dada.
"Aduh , jangan gitu dong Ra, Ntar gue ganti " ucap Andrea, sesekali menoleh ke arahnya.
"Sekarang kita mau kemana?" tanya Andrea lagi.
"Ngedugem kemana ja dech. Gue udeh sumpek tahu enggak" Amara kemudian menyetel radio.
            “Bedah cinta kembali menemani malam minggu anda. Kali ini Jay akan membahas sedikit tentang cinta. Mungkin anda yang baru jatuh cinta akan merasakan ketenangan dari dalam jiwa.
            Kata orang cinta itu buta, tidak memandang yang baik ataupun yang jelek karena memang sudah saling mengerti perasaan masing-masing pasangan. Ya udah sebelum kita lanjutkan kembali kami memberi kesempatan bagi para pendengar sekalian untuk mengungkapkan rasa cinta atau makna cinta bisa melalui 0815 7010 410 atau di 741345 , Jay akan kembali setelah lagu berikut, Selamat mendengarkan "Lagu cinta mengalun merdu memenuhi mobil.
Andrea tampak asyik menikmati irama lagu itu.
"Keren yach suaranya,"ucap Amara
"Ya iyalah, inikan suaranya Celine Dion"
"Bukan itu,"
"Jadi......"
"Pembawa acaranya lah" kata Amara.
"Wow.......ternyata loe tuh jatuh cinta yach ama pendengaran pertama."
"He. ngawur loe. Enak aja gue jatuh cinta ada juga loe ama karyawan baru itu" Ia juga tampak sewot , namun pipinya memerah.
"Apa loe bilang?"
"Karyawan baru itu" jawabnya polos.
"Nggak apa daripada loe , baru dengerin udah falling love , apa ga ada cowok lain apa?"
"Sudah ah bodo....",Ia mengeluarkan HPnya.
"Nomornya tadi berapa?"
"Tuh kan?"
"He......cepet nich , gue serius"
"0815 7010 410"
"Nah, kekirim dech...hi....hi...."
            Andrea tertawa melihat Amara asyik sendiri . Dasar tuh anak , nggak pernah mau ngalah . sudah diskak mati juga masih aja ngeles.
"Dari Amara , kok aneh yach namanya , Tapi nggak apa kok. Salamnya buat Andrea sama gebetannya , karyawan baru loh.....,Terus buat semua khususnya buat MCnya , suaranya OK punya bo!!!!"
"Tuh kan bener......."
"St......st......"
"(( Kalo cinta bukanlah dosa , percaya bahwa cinta mengalahkan segala . Tapi buat apa bercinta bila tidak saling menjaga )) Bagus juga nich puisi . kayaknya lagi jatuh cinta yach".
"Ehm....... non Amara bisa jatuh cinta nich" Andrea ngeledek
"Loe bisanya iseng ye....." Ia mencubit lengan Andrea , hingga mobil yang dikendarinya oleng , untung aja volvonya nggak nabrak tiang listrik yang gede banget itu.
"Sial loe , hampir kita dead" Kata andrea ketus, sekarang ia lebih kosentrasi mengendari mobilnya.
"Sorry dech , kan cuma becanda"
"What ?? loe gila apa . Kidding itu ada aturannya , loe boleh free tapi inget keselamatan ".
"Iya....iya...."Amara mengangguk -angguk pelan, kali ini dia yang diceramahin . "Besok lihat aja , gue kerjain loe" gumamnya dalam hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar